Tampilkan postingan dengan label Halal dan Haram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halal dan Haram. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Desember 2013

134. Siapa Yang Wajib Membayar Kafarat, Suami Ataukah Istri?

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته



Oleh:
Achmad Al-fandaniy

Assalamualaikum

Pertanyaan:
yang dikenakan sanksi kafaroh suami-istri bersenggama dibulan puasa romadlon istri atau suami atau keduanya?

Jawaban:
Ada Ikhtilaf:
Imam Syafi’I dan Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa yang harus membayar kafarot adalah suaminya, istrinya tidak. (karena suaminya lah yang bertanggung jawab atas inisiatif awal dan kelanjutan hubungan intim itu.).
Namun menurut Abu Hanifah dan Malik, istrinya juga kena sanksi harus bayar KAFAROT.


Refrensi:
Miizaanul Kubro halaman 118.
﴿ﻔﺼﻞ﴾ﻭﺃﺠﻤﻌﻮﺍﻋﻟﻰﺃﻦﻤﻦﻭﻄﺊﻭﻫﻭﺼﺎﺋﻡﻔﻲﺮﻤﺿﺎﻦﻋﺎﻤﺪﺍﻤﻦﻏﻴﺮﻋﺬﺮﻜﺎﻦﻋﺎﺻﻴﺎﻭﺑﻂﻞ
ﺻﻮﻤﻪ…..ﺇﻠﻰﺃﻦﻗﺎﻝ : ﻮﻫﻲﻋﻟﻰﺍﻠﺰﻮﺝﻋﻟﻰﺍﻷﺼﺢﻤﻦﻤﺬﻬﺐﺍﻟﺸﺎﻔﻌﻲﻭﺃﺤﻤﺪﻭﻗﺎﻝﺍﺑﻭﺤﻨﻴﻔﺔﻭﻤﺎﻚ
ﻋﻟﻰﻛﻞﻭﺍﺤﺪﻜﻔﺎﺮﺓ






والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

133. Hukum Jual Beli Barang Yang Haram

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته



Oleh:
Achmad Al-fandaniy


Assalamualaikum
Di masyarakat kita terjadi jual beli barang yang diharamkan ,dan itu terjadi ma’ruf sekarang , benda itu diharamkan , yaitu jual beli ulat ,cacing ,semut , ular makanan burung ,bahkan harganya sangat mahal . Itu sudah jelas niatnya membeli ulat ,semut atau ular ,bukan ongkos menangkap atau ongkos membungkus barang.


Pertanyaan :
Bagaimana hukum jual beoli barang tersebut (ulat , cacing, semut atau ular) uatuk makanan burung ?


Jawaban :
Hukumnya terdapat khilaf (beda pendapat)dikalangan ulama’.Ada yang mengharamkan. Dan ada yang membolehkan ,karena ada unsure manfaatnya.

Keterangan:
1. AL-F iqhul Islami wa adillatuhu lisy syaikh Zahiliy juz IV , hal.181- 182 .
2. AL- Fiqh ‘ala Madzhabil Arba’ah juz II hal.232.
3. AL-Fiqh Islami wa adillatuhu juz ,IV hal .446.
4. AL-Bujairimiy’alal Minhaj juz ,I hal.78.

وعبارته : الفقه الاسلامى وأدلته , لوهبة الزحبلى4/181-182
ولم يشترط الحنفية هذا الشرط ( أن يكون المبيع طاهرا لانجسا )فأجزوا بيع النجاسات كشعر الخنزير وجلد الميتة لانتفاع بها إلا ما ورد النهي عن بيعه منها كالخمر والخنزير والميتة والدم كما أجازوا بيع الحيوانات المتوحشة والمتنجس الذى يمكن الانتفاع به فى الأكل والضابط عندهم أن كل ما فيه منفعة يحل شرعا فإن بيعه يجوز لأن الاعيان خلقت لمنفعة الإنسان
.
وعبارة الفقه على مذهب الأربعة 2/232
(وهذا القول عند الحنفية) ويصح بيع الحشرات والهوام كالحيات والعقارب اذا كان ينتفع به. والضابط عندهم ان كل ما فيه منفعة تحل شرعا فان بيعه يجوز




والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Jumat, 13 Desember 2013

122. Kajian Kitab Risalatul Jami'ah Bab Larangan Haji

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته



Oleh:
Thu Khang Angon Wedhuz



و يحرم ستر رأس الرجل و وجه المرأة المحرمين أو بعضهما. و إزالة الظفر و الشعر و دهن شعر الرأس و اللحية و تطيب جميع البدن.
Lelaki yang sedang ihram di haramkan menutup kepalanya, walaupun sebagian. Dan perempuan yang sedang ihram di haramkan menutup wajahnya, walaupun hanya sebagian. Mereka (lelaki dan perempuan) diharamkan memotong kuku, mencabut (menggunting) rambut, meminyaki rambut kepala dan jenggot, dan memakai wewangian di bagian tubuh manapun.
و يحرم عقد النكاح و الجماع و مقدماته و أتلاف كل حيوان بري وحشي مأكول. و المرأة كالرجال في المحرمات.
Diharamkan juga melakukan akad nikah, bersetubuh dan kegiatan pendahuluannya, membunuh (melukai) hewan darat liar yang dagingnya boleh di makan[44].
Bagi perempuan dan laki-laki yang sedang ihram berlaku hukum yang sama dalam hal yang di haramkan.




Ket:
[44] : Misalnya kelinci, burung merpati, kijang, ayam hutan, dan lain sebagainya..



والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Senin, 01 Juli 2013

108. Hukum Lelaki Memakai Perhiasan

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


Pertanyaan

Galie Kangkung

assalamu'alaikum..... 
saya mau tanya,
apa hukumnya laki-laki pakai anting-anting...?



Jawaban

      1. Nana Liana T'lahTersenyumlagi
Haram

      2. Muhammad Fatkhurozi
 الاقناع في حل ألفاظ أبي شجاع – (1 / 316(
يحرم على الرجال ومثلهم الخناثى التختم بالذهب لخبر أبي داود بإسناد صحيح أنه صلى الله عليه وسلم أخذ في يمينه قطعة حرير وفي شماله قطعة ذهب وقال هذان أي استعمالهما حرام على ذكور أمتي حل لإناثهم وألحق بالذكور الخناثى احتياطا واحترز بالتختم عن اتخاذ أنف أو أنملة أو سن فإنه لا يحرم اتخاذها من ذهب على مقطوعها وإن أمكن اتخاذها من الفضة ويحل للنساء لبس الحرير واستعماله بفرش أو غيره والتختم بالذهب والتحلي به للحديث المار ويسير الذهب وكثيره في حكم التحريم على من حرم عليه سواء بلا فرق وإذا كان بعض الثوب إبريسيما وهو بكسر الهمزة وبفتح الراء وفتحهما وكسر الراء ثلاث لغات الحرير وبعضه قطنا أو كتانا جاز لبسه ما لم يكن الإبريسم غالبا فإنه يحرم تغليبا للأكثر بخلاف ما أكثره من غيره والمستوى منهما لأن كلا منهما لا يسمى ثوب حرير والأصل الحل وتغليبا للأكثر في الأولى وللولي إلباس ما ذكر من الحرير


      3. Ibuetz Ibnu Al Mubasyiri
waalaikumussalam
كتاب: صحيح البخاري المسمى بـ «الجامع المسند الصحيح المختصر من أمور رسول الله صلى الله عليه وسلم وسننه وأيامه» **
61ـ باب الْمُتَشَبِّهُونَ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتُ بِالرِّجَالِ
5946 ـ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ. تَابَعَهُ عَمْرٌو أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ.
=========
rosululloh saw mela'nat laki2 menyerupai wanita dan wanita menyerupai laki2
sohih bukhori

 كُلُّ حُلِيٍّ حَرَّمْنَاهُ على الرجل حرمناه علي الخنثى المشكل وكذلك الْحَرِيرُ هَذَا هُوَ الْمَذْهَبُ وَبِهِ قَطَعَ الْأَكْثَرُونَ مِنْهُمْ الْقَاضِي أَبُو الْفَتْحِ وَصَاحِبُ التَّهْذِيبِ وَالْبَيَانِ والرافعي وغيرهم واشار المتولي الا انه يجوز لُبْسُ حُلِيِّ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ لِأَنَّهُ كَانَ لَهُ لُبْسُهُمَا فِي الصِّغَرِ فَيَبْقَى وَحُكِيَ فِي إبَاحَتِهِ الْحَرِيرَ لَهُ احْتِمَالٌ وَقِيَاسُ الْمُتَوَلِّي جَوَازُهُ وَالْمَذْهَبُ التحريم فيهما


والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Kamis, 27 Juni 2013

074. Hukum Penjualan Ayam Potong Dengan Cara Ditimbang

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


Oleh:
Achmad Al-fandaniy 

Assalamualaikum

Pertanyaan:
Seringkali kita jumpai penjualan ayam potong dengan cara ditimbang bolehkah penjualan seperti itu ?

 
Jawaban:
Boleh, karena dengan cara penimbangan tersebut sudah tergolong mengetahui dengan tepat (dlobit) sedangkan jika sudah disembelih maka yang tidak diperlukan seperti kotoran dan bulu harus sudah dihilangkan .

Keterangan:

1.Hasyiyah Al Jamal juz III hal.43

2.Nihayatuzzain hal. 228

وعبارة حاشية الجمل الجزء الثالث ص43
(قوله أيضا وتعتبر رؤية تليق) فلا تصيح بيع اللبن فى الضرع الى ان قال....ولا المذبوح او جلده او لحمه قبل السلخ او السمط لخهالته وكذا مسلوخ لم ينق جوفه كما قاله الأذرعى وبيع وزنا فإن بيع جزافا صح بخلاف السمك والجراد فيصح مطلقاة لقلة ما فى جوفه . حاشية الجمل الثالث الاول صـ 43

وعبارة نهاية الزين ص228
والرابع كونه معلوم القدر بكيل فىمكيل او وزن فى موز او ذرع فى مذروع ويجوز التقدير بالوزن فى جميع ذلك الى ان قال ومحل جواز كيل الموزون ان عد الكيل فى مثله ضابطا
والاكتفاء المسلم والعنبر تعين وزنه لان يسيره المختلاف بالكيل والوزن مالية كثيرة بخلاف اللألئ الصغار لقلة تفاوتها كالقمح والفول اهـ



والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته 

Minggu, 23 Juni 2013

068. Khilafiyah Kepiting

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته



PERTANYAANFatimah Az Zahra
Assalamu'alaikm mau tanya apa hukum makan kepiting??

 
JAWABAN

   1. Achmad Al-fandaniy
Waalaikumsalam

Masalah kehalalan kepiting, memang telah menjadi polemik sejak lama, telah terjadi silang pendapat tentang hukum kepiting di kalangan ulama’. Berikut pendapat tersebut :

1.Pendapat yang Mengharamkan
Ulama’ yang mengharamkannya umumnya berkesimpulan dari pemahaman bahwa hewan yang hidup di dua alam, adalah haram dimakan. Misalnya, katak, penyu dan lainnya. Biasanya orang menyebutka
n dengan istilah amphibi, atau dalam istilah fiqihnya disebut barma''i.
Maslah keharaman hewan amphibi ini kita dapatkan salah satunya dalam kitab Nihayatul Muhtaj karya Imam Ar-Ramli. Di sana secara tegas disebutkan
haramnya hewan yang hidup di dua alam.
Namun sebenarnya, masalah keharaman hewan yang hidup di dua alam, juga masih diperselisihkan. Karena memang tidak ada ayat atau hadits yang menyebutkan keharaman hewan yang hidup di dua alam.

2.Pendapat yang Menghalalkan.
Pendapat kedua menyatakan tentang kehalalan kepiting, baik karena mereka memandang pengharaman terhadap hewan yang hidup di dua lalam adalah lemah, juga sebagian memastikan, bahwa kepiting bukanlah hewan ampibhi. inilah pendapat disampaikan ulama’ diantaranya Atha'dan Imam Ahmad.
(Lihat Al-Mughni 13/344 oleh Ibnu Qudamah danAl-Muhalla 6/84 oleh IbnuHazm).

Kesimpulan
Pendapat bahwa kepiting itu bukan hewan dua alam dikemukakan oleh banyak pakar di bidang perkepitingan. Umumnya mereka memastikan bahwa kepiting bukan hewan amfibi seperti katak. Katak bisa hidup di darat dan air karena bernapas dengan paru-paru dan kulit. Tetapi tidak demikian halnya dengan kepiting. Kepiting hanya bernapas dengan insang. Kepiting memang bisa tahan di darat selama 4-5 hari, karena insangnya menyimpan air, sehingga masih bisa bernapas. Tapi kalau tidak ada airnya sama sekali, dia mati. Jadi kepiting tidak bisa lepas dari air. Penjelasan bahwa kepiting bukan hewan amphibi disampaikan oleh ahli dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Sulistiono

    2. Japara Bin Abu Bakar
kepiting haram...
tp kalo rajungan halal..

   3. Ismail Ricci Ganz
Inilah yg menjadi sumber perbedaan pendapat antar ulama...

namun kita tak bisa menemukan kepastiannya karena hewan ini tak tersebutkan dalam pembahasan bahasa arab ada di zaman nabi saw, oleh sebab itu hukumnya tak dapat dipastikan halal dan haramnya,
maka pendapat saya, kepiting ini syubhat, karena ada pendapat yg mengharamkannya dan ada pendapat yg menghalalkannya.
dan rujukan utama adalah hidup di dua alam, inilah yg memisahkan antara halal dan haramnya...

maka nya saya pake sabda Nabi saw : Tinggalkan apa yang meragukanmu dan pilihlah yang tak meragukanmu . "((HR Nasai))"

  4. Zainulinul
menurut sy kepiting itu ada dua macam, ada kepiting yg ada sayapnya ( rajungan) dan ada kepiting yg tdk ada sayapnya, yg ada sayapnya itu yg halal krn kepiting jenis ini tdk pernah naik kedarat utk mencari makan, sementara kepiting yg tdk bersayap ini dlm mencari makan bisa kedarat juga didalam air dan ini yg diharamkan utk dimakan.
yg dimaksud QS. Almaidah : 96, binatang buruan laut disitu adalah binatang air jenis ikan2an yg hidup dan mencari makan diair/laut. Tapi jika dlm hidupnya dan mencari makannya bisa dilaut/air dan darat maka ini tdk dikatagorikan bintang air/laut, tapi binatang amphiby spt contohnya katak yg dlm hadits Riwayat Abu Dawud dan Ahmad dijelaskan bhw Nabi melarang utk membunuh katak walaupun utk obat. Maka dari hadits ini para ahli fikih menisbatkan kepiting dengan katak ini yg hukumnya haram utk dibunuh. karena memakannya berarti membunuhnya. sama juga biawak, buaya, kuda nil, singa laut, anjing laut ini semua tdk dikatagorikan binatang air krn yg dimaksud binatang air disini adalah jenis ikan2an









والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

066. Status Meminjam Uang Di Bank

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته






PERTANYAAN

Muhibbin Muhammad
GIMANA HUKUM PINJAM UANG DI BANK YG PASTI ADA BUNGANYA ?

JAWABAN

  1. Sanusi El Ruzy Nyimak..
Setahu kami tu termasuk ribawi..
Tp qta tnggu saja para alim yg berkompeten..
  2. Achmad Al-fandaniy

ﻓﺘﺢ ﺍﻟﻤﻌﻴﻦ – (ﺝ 3 / ﺹ 64)
(ﻭ) ﺟﺎﺯ ﻟﻤﻘﺮﺽ (ﻧﻔﻊ) ﻳﺼﻞ ﻟﻪ ﻣﻦ
ﻣﻘﺘﺮﺽ، ﻛﺮﺩ ﺍﻟﺰﺍﺋﺪ ﻗﺪﺭﺍ ﺃﻭ ﺻﻔﺔ ،
ﻭﺍﻻﺟﻮﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺩﺉ (ﺑﻼ ﺷﺮﻁ) ﻓﻲ

ﺍﻟﻌﻘﺪ، ﺑﻞ ﻳﺴﻦ ﺫﻟﻚ ﻟﻤﻘﺘﺮﺽ، ﻟﻘﻮﻟﻪ
(ﺹ): ﺇﻥ ﺧﻴﺎﺭﻛﻢ: ﺃﺣﺴﻨﻜﻢ ﻗﻀﺎﺀ ﻭﻻ
ﻳﻜﺮﻩ ﻟﻠﻤﻘﺮﺽ ﺃﺧﺬﻩ، ﻛﻘﺒﻮﻝ ﻫﺪﻳﺘﻪ ،
ﻭﻟﻮ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﺑﻮﻱ.ﻭﺍﻻﻭﺟﻪ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﻘﺮﺽ
ﻳﻤﻠﻚ ﺍﻟﺰﺍﺋﺪ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻟﻔﻆ، ﻻﻧﻪ ﻭﻗﻊ
ﺗﺒﻌﺎ، ﻭﺃﻳﻀﺎ ﻓﻬﻮ ﻳﺸﺒﻪ ﺍﻟﻬﺪﻳﺔ، ﻭﺃﻥ
ﺍﻟﻤﻘﺘﺮﺽ ﺇﺫﺍ ﺩﻓﻊ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻤﺎ ﻋﻠﻴﻪ ،
ﻭﺍﺩﻋﻰ ﺃﻧﻪ ﺇﻧﻤﺎ ﺩﻓﻊ ﺫﻟﻚ ﻇﻨﺎ ﺃﻧﻪ
ﺍﻟﺬﻱ ﻋﻠﻴﻪ: ﺣﻠﻒ، ﻭﺭﺟﻊ ﻓﻴﻪ.ﻭﺃﻣﺎ
ﺍﻟﻘﺮﺽ ﺑﺸﺮﻁ ﺟﺮ ﻧﻔﻊ ﻟﻤﻘﺮﺽ
ﻓﻔﺎﺳﺪ، ﻟﺨﺒﺮ ﻛﻞ ﻗﺮﺽ ﺟﺮ ﻣﻨﻔﻌﺔ ،
ﻓﻬﻮ ﺭﺑﺎ ﻭﺟﺒﺮ ﺿﻌﻔﻪ: ﻣﺠﺊ ﻣﻌﻨﺎﻩ
ﻋﻦ ﺟﻤﻊ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ
.
ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ – (ﺝ 3 / ﺹ 65)
ﻗﻮﻟﻪ: ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻘﺮﺽ ﺑﺸﺮﻁ ﺇﻟﺦ) (
ﻣﺤﺘﺮﺯ ﻗﻮﻟﻪ ﺑﻼ ﺷﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﺪ.
(ﻗﻮﻟﻪ: ﺟﺮ ﻧﻔﻊ ﻟﻤﻘﺮﺽ) ﺃﻱ ﻭﺣﺪﻩ ،
ﺃﻭ ﻣﻊ ﻣﻘﺘﺮﺽ – ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ –
(ﻗﻮﻟﻪ: ﻓﻔﺎﺳﺪ) ﻗﺎﻝ ﻉ ﺵ: ﻭﻣﻌﻠﻮﻡ
ﺃﻥ ﻣﺤﻞ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ ﺣﻴﺚ ﻭﻗﻊ ﺍﻟﺸﺮﻁ
ﻓﻲ ﺻﻠﺐ ﺍﻟﻌﻘﺪ.ﺃﻣﺎ ﻟﻮ ﺗﻮﺍﻓﻘﺎ ﻋﻠﻰ
ﺫﻟﻚ ﻭﻟﻢ ﻳﻘﻊ ﺷﺮﻁ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﺪ، ﻓﻼ
ﻓﺴﺎﺩ.ﺍﻩ.ﻭﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺴﺎﺩ ﺃﻥ
ﻣﻮﺿﻮﻉ ﺍﻟﻘﺮﺽ: ﺍﻻﺭﻓﺎﻕ، ﻓﺈﺫﺍ ﺷﺮﻁ
ﻓﻴﻪ ﻟﻨﻔﺴﻪ ﺣﻘﺎ: ﺧﺮﺝ ﻋﻦ ﻣﻮﺿﻮﻋﻪ
ﻓﻤﻨﻊ ﺻﺤﺘﻪ.(ﻗﻮﻟﻪ: ﺟﺮ ﻣﻨﻔﻌﺔ) ﺃﻱ
ﺷﺮﻁ ﻓﻴﻪ ﺟﺮ ﻣﻨﻔﻌﺔ.(ﻗﻮﻟﻪ: ﻓﻬﻮ ﺭﺑﺎ)
ﺃﻱ ﺭﺑﺎ ﺍﻟﻘﺮﺽ، ﻭﻫﻮ ﺣﺮﺍﻡ

>>> Achmad Al-fandaniy
Intine
Hutang kepada bank karena ada unsur riba dinyatakan haram tanpa pengecualian (darurat atau tidak).



والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

061. Memakan Makanan Tanpa Izin Terlebih Dahulu, Halalkah..?

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته





PERTANYAANHaji Kosim  
asalamualaikum. 
pertanyaan 
1.ketika saya di dalam pesawat CATAY FASIPIK AIRLINE DARI RIYADH MENUJU SURABAYA DI TANYA OLEH SEORANG tkw . mas saya sering makan buah2an atau roti atau halawa coklat dll yg ada di rumah majikan selama 6 enam tahun tanpa sepengetahuan majikan.tapi ketika baru datang saya di suruh makan apa aja yg mau dimakan. jadi bagaimana menurut hukum makanan yg saya makan itu halal atau haram??? mohon di jawab sama pak KIYAI DAN BU NYAI.....  SUKRON...

 
JAWABAN
   1. Aslim Tas'ad Sie Pengajian
Al Fatawi Al Kubro Li Ibnu Hajar, Juz : 4
Hal : 116
ﻭﺳﺌﻞ ﺑﻤﺎ ﻟﻔﻈﻪ : ﻫﻞ ﺟﻮﺍﺯ ﺍﻷﺧﺬ ﺑﻌﻠﻢ ﺍﻟﺮﺿﺎ ﻣﻦ
ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﺃﻡ ﻣﺨﺼﻮﺹ ﺑﻄﻌﺎﻡ ﺍﻟﻀﻴﺎﻓﺔ؟
ﻓﺄﺟﺎﺏ : ﺑﻘﻮﻟﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺩﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻼﻣﻬﻢ ﺃﻧﻪ ﻏﻴﺮ

ﻣﺨﺼﻮﺹ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺻﺮﺣﻮﺍ ﺑﺄﻥ ﻏﻠﺒﺔ ﺍﻟﻈﻦ ﻛﺎﻟﻌﻠﻢ
ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﻭﺣﻴﻨﺌﺬ ﻓﻤﺘﻰ ﻏﻠﺐ ﻇﻨﻪ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺎﻟﻚ ﻳﺴﻤﺢ
ﻟﻪ ﺑﺄﺧﺬ ﺷﻲﺀ ﻣﻌﻴﻦ ﻣﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﺟﺎﺯ ﻟﻪ ﺃﺧﺬﻩ ﺛﻢ ﺇﻥ ﺑﺎﻥ
ﺧﻼﻑ ﻇﻨﻪ ﻟﺰﻣﻪ ﺿﻤﺎﻧﻪ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ

diperbolehkan mengambiL barang milik orang lain tanpa izin terlebih dahulu apabila yakin atau atau terdapat dugaan kuat pemiliknya memperbolehkannya, namun apabila ternyata pemiliknya tidak rela, maka wajib menggantinya.
Wallohu a'lam.



والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Sabtu, 22 Juni 2013

047. Menjual Sesuatu Untuk Makanan Babi

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


Oleh : Achmad Al-fandaniy

PERTANYAAN
 
Assalamualaikum
Bolehkah menjual ampas tahu untuk makanan babi .
Dan apabila tidak diperbolehkan apakah ada pendapat yang membolehkannya ?
JAWABAN
Hukumnya tafsil :
→apabila yakin atau berprasangka bahwa ampas tahu tersebut untuk makanan babi maka, hukumnya haram

→apabila hanya beranggapan untuk makanan babi , maka hukumnya makruh.

Refrensi :
Fathul Mu’in Hamisyi I’anah III/ 24


عبارة فتح المعين هامش إعانة الطالبين 3/ 24
ما نصه : وحرم بيع نحو عنب ممن علم أو ظن أنه يتخذه خمرا للشرب _ الى ان قال _ ونحو ذلك من كل تصرف يفضى إلى معصية يقينا أو طنا اهـ


045. Hukum Mengkonsumsi Hewan Yang Makanannya Perkara Najis/Haram

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته


 PERTANYAAN
Aisyah Al-ghifary
assalamu 'alaikum..
bagaimana hukum bebek/itik yg memakan keong mas yg d jadikan petelur olh pemiliknya?sdgkan keong mas adlh hwn yg hdp dlm daratan dan perairan.mhn pencerahannya...
JAWABAN

   1. Haji Kosim
halal.
   2. Kang Aldie
halalan thoyyiban!

  3. Paijo Jowo Timur
sebelum membahas hukum memakan itik yang memakan keong mas, terlebih dahulu kita deskripsikan hukum daripada memakan keong,
agar supaya pembahasan tidak rancu, dan sekaligus bisa mengerucut ke arah jawaban yg terang.

Keong termasuk dalam keumuman dalil yang menunjukkan halalnya hewan
air. Allah Ta’ala berfirman,
ُﻪُﻣﺎَﻌَﻃَﻭ ِﺮْﺤَﺒْﻟﺍ ُﺪْﻴَﺻ ْﻢُﻜَﻟ َّﻞِﺣُﺃ

“Dihalalkan bagimu binatang buruan air
dan makanan (yang berasal) dari
air.” (QS. Al Maidah: 96).

Yang
dimaksud dengan air di sini bukan hanya air laut, namun juga termasuk
hewan air tawar. Karena pengertian “al bahru al maa’ “ adalah kumpulan air
yang banyak. Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan air dalam ayat di atas adalah setiap air yang di dalamnya terdapat hewan air untuk diburu (ditangkap), baik itu sungai atau kolam.” (Fathul Qodir, 2: 361, Asy Syamilah).
Dalam perkatan yang masyhur dari Ibnu ‘Abbas, yang dimaksud “shoidul bahr” dalam ayat di atas adalah hewan air yang ditangkap hidup-hidup, sedangkan yang dimaksud “tho’amuhu” adalah bangkai hewan air
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 5: 365).

Yang dimaksud bangkai hewan air adalah yang mati begitu saja, tanpa diketahui sebabnya.

Nah...diatas telah disebutkan bahwasanya keong termasuk hewan yang hahal. Dengan tidak secara langsung, inti dari pertanyaan neng al ghifari bahwa hukum mengkonsumsi itik petelur yang memakan keong adalah halal.

Assatidz ghoir monggo ditambah.

   4. Sanusi El Ruzy
Keong termasuk dalam keumuman dalil yang menunjukkan halalnya hewan
air.
====
Tolong ta'birnya yai..

  5. Paijo Jowo Timur
(QS. Al Maidah: 96) belum mewakili ya gus?

   7. Sanusi El Ruzy  
Paijo Jowo Timur
(QS. Al Maidah: 96) belum
mewakili ya gus?
Suka · Hapus · 1 jam yang lalu
======
Alangkah indahnya bila pean menyertakan tafsir dari ayat itu, agar qta smua tahu, apa sih yg d KEHENDAKI ayat tersebut?

Nie ada sdikit gambaran tentang SIPUT/KEONG.

الحلزون عود في جوف أنبوبة حجرية يوجد في سواحل البحار و شطوط الأنهار. و هذاه الدودة تخرج بنصف بدنها من جوف تلك الأنبوبة الصدفية و تمشي يمنة و يسرة تطلب مادة تغتذي بها. فإذا أحست بلين و رطوبة انبسطت إليها. و إذا أحست بجشونة أو صلابة انقبضت و غاصت في جوف الأنبوبة الصدفية. حذرا من المؤدي لجسمه. و إذا انسابت حرت بيتها معها. و حكمه التحريم لاستخباثه.

Silahkan di lanjudkan..
Untuk masalah keong bisa di baca di sini
Siput/Bekicot, Halalkah?

>> Dapat kayak gini saudara...

ﻭﻳﻜﺮﻩ ﺟﻼﻟﺔ ﻭﻟﻮ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻧﻌﻢ ﻛﺪﺟﺎﺝ ﺇﻥ ﻭﺟﺪ ﻓﻴﻬﺎ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ) ﻗﻮﻟﻪ ﻭﻳﻜﺮﻩ
ﺟﻼﻟﺔ ( ﺃﻱ ﻭﻳﻜﺮﻩ ﺃﻛﻞ ﻟﺤﻢ ﺍﻟﺠﻼﻟﺔ ﻭﺑﻴﻀﻬﺎ ﻭﻛﺬﺍ ﺷﺮﺏ ﻟﺒﻨﻬﺎ ﻟﺨﺒﺮ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻧﻬﻰ ﻋﻦ ﺃﻛﻞ ﺍﻟﺠﻼﻟﺔ ﻭﺷﺮﺏ ﻟﺒﻨﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﺗﻌﻠﻒ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻟﻴﻠﺔ
ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﺯﺍﺩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺭﻛﻮﺑﻬﺎ ﻭﺍﻟﺠﻼﻟﺔ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺄﻛﻞ ﺍﻟﺠﻠﺔ ﻭﻫﻲ ﺑﻔﺘﺢ ﺍﻟﺠﻴﻢ ﻭﻛﺴﺮﻫﺎ ﻭﺿﻤﻬﺎ ﺍﻟﺒﻌﺮﺓ ﻛﺬﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺎﻣﻮﺱ ﻟﻜﻦ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ
ﺑﻬﺎ ﻫﻨﺎ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﻣﻄﻠﻘﺎ ..ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺇﻥ ﻭﺟﺪ ﻓﻴﻬﺎ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﺗﻘﻴﻴﺪ ﻟﻠﻜﺮﺍﻫﺔ ﺃﻱ
ﻣﺤﻞ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ ﺇﻥ ﻇﻬﺮ ﻓﻲ ﻟﺤﻤﻬﺎ ﺭﻳﺢ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﻭﻡﺛﻠﻪ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺗﻐﻴﺮ ﻃﻌﻤﻪ ﺃﻭ
ﻟﻮﻧﻪ ﻭﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﺘﺤﻔﺔ ﻣﻊ ﺍﻷﺻﻞ ﻭﺇﺫﺍ ﻇﻬﺮ ﺗﻐﻴﺮ ﻟﺤﻢ ﺟﻼﻟﺔ ﺃﻱ ﻃﻌﻤﻪ ﺃﻭ ﻟﻮﻧﻪ ﺃﻭ ﺭﻳﺤﻪ ﻛﻤﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﺠﻮﻳﻨﻲ
ﻭﺍﻋﺘﻤﺪﻩ ﺟﻤﻊ ﻣﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﻭﻣﻦ ﺍﻗﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺧﻴﺮ ﺃﺭﺍﺩ ﺍﻟﻐﺎﻟﺐ ﺍﻩ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ
ﻳﻈﻬﺮ ﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﻓﻼ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﻻ ﺗﺄﻛﻞ ﺇﻻ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ.
إعانة الطالبيب ج ٢ ص ٣٥١.

Monggo yg lain....

   8. Achmad Al-fandaniy
>>> Hukumnya terdapat khilaf (beda pendapat)dikalangan ulama’.Ada yang mengharamkan. Dan ada yang membolehkan ,karena ada unsure manfaatnya.

Keterangan:
1. AL-F iqhul Islami wa adillatuhu lisy syaikh Zahiliy juz IV , hal.181- 182 .
2. AL- Fiqh ‘ala Madzhabil Arba’ah juz II hal.232.
3. AL-Fiqh Islami wa adillatuhu juz ,IV hal .446.

4. AL-Bujairimiy’alal Minhaj juz ,I hal.78.

وعبارته : الفقه الاسلامى وأدلته , لوهبة الزحبلى4/181-182
ولم يشترط الحنفية هذا الشرط ( أن يكون المبيع طاهرا لانجسا )فأجزوا بيع النجاسات كشعر الخنزير وجلد الميتة لانتفاع بها إلا ما ورد النهي عن بيعه منها كالخمر والخنزير والميتة والدم كما أجازوا بيع الحيوانات المتوحشة والمتنجس الذى يمكن الانتفاع به فى الأكل والضابط عندهم أن كل ما فيه منفعة يحل شرعا فإن بيعه يجوز لأن الاعيان خلقت لمنفعة الإنسان.

وعبارة الفقه على مذهب الأربعة 2/232
(وهذا القول عند الحنفية) ويصح بيع الحشرات والهوام كالحيات والعقارب اذا كان ينتفع به. والضابط عندهم ان كل ما فيه منفعة تحل شرعا فان بيعه يجوز

>>> Dalam studi fiqih islam dikenal istilah Jallaalah, yang diperuntukkan bagi hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, ayam dst yang memakan kotoran atau benda najis jenis apapun dengan syarat mayoritas makanannya adalah barang najis. Sedang jika kebanyakan makanannya dari barang yang suci maka tidak bisa masuk dalam kategori Jallaalah. Versi lain menurut Jumhur mengatakan bahwa standar utama apakah binatang itu termasuk Jallaalah atau tidak, bergantung kepada perubahan bau pada hewan tersebut. Jika baunya masih normal maka tidak termasuk kategori Jallaalah meski kebanyakan makananannya dari barang najis. Sebaliknya jika bau berubah meski hanya sedikit memakan barang najis maka masuk dalam kategori Jallaalah. Demikian Imam Nawawi dalam Al Majmu' menjelaskan. Dalam Al Muhadzab 1/348 juga disebutkan bahwa jika binatang ternak yang biasa diberi makanan najis hendak disembelih maka agar status Jallaalah hilang hendaknya terlebih dahulu diberi makanan suci hingga pengaruh makanan najis selama ini hilang. Pendapat ini didukung oleh Ibnu Umar, bahkan beliau memberikan standar waktu untuk unta selama empat puluh hari, untuk kambing tujuh hari dan untuk ayam tiga hari sebelum menyembelih. Menurut Ash'hab Syafii tidak ada batasan waktu, yang terpenting diberi makanan suci sebelum disembelih entah berapa hari hingga bau dari pengaruh makanan najis hilang.

Tentang memakan hewan Jallaalah, maka dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas ra. disebutkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَي عَنْ لُحُوْمِ الْجَلاَّلَةِ وَأَلْبَانِهَا

"Sesungguhnya Nabi saw melarang dari daging dan susu Jallaalah".
HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i.

Dari hadits ini Imam Syafii seperti tersebut dalam Bidayatul Mujatahid 2/5 menghukumi haram memakan daging hewan Jallaalah. Sementara Jumhur Ulama mengatakan Makruh Tanzih dan sebagian kelompok yang di dalamnya termasuk Abu Ishaq Al Marwazi, Al Ghozali, Imam Qoffal dan Al Baghowi menyatakan bahwa hukum memakan Jallaalah adalah Makruh Tahrim. Perlu digaris bawahi perbedaan hukum ini terjadi jika memang bau najis sangat kentara dan jelas tercium. Sementara jika bau itu tidak begitu kentara dan hanya sedikit terasa maka jelas bahwa binatang tersebut halal seratus persen. (Al Majmu' : 9 / 28 - 29 Cet : Idaaroh Lith Thiba'ah Al Muniiriyyah Mesir).

>>> ويكره جلالة ولو من غير نعم كدجاج إن وجد فيها ريح النجاسة( قوله ويكره جلالة ) أي ويكره أكل لحم الجلالة وبيضها وكذا شرب لبنها لخبر أنه صلى الله عليه وسلم نهى عن أكل الجلالة وشرب لبنها حتى تعلف أربعين ليلة رواه الترمذي وزاد أبو داود وركوبها وا
لجلالة هي التي تأكل الجلة وهي بفتح الجيم وكسرها وضمها البعرة كذا في القاموس لكن المراد بها هنا النجاسة مطلقا ..وقوله إن وجد فيها ريح النجاسة تقييد للكراهة أي محل الكراهة إن ظهر في لحمها ريح النجاسة ومثله ما إذا تغير طعمه أو لونه وعبارة التحفة مع الأصل وإذا ظهر تغير لحم جلالة أي طعمه أو لونه أو ريحه كما ذكره الجويني واعتمده جمع متأخرون ومن اقتصر على الأخير أراد الغالب اه فإن لم يظهر ما ذكر فلا كراهة وإن كانت لا تأكل إلا النجاسة

Dan makruh hukumnya memakan daging jallaalah meskipun bukan dari jenis binatang ternak seperti ayam bila terdapati bau najisnya (Keterangan dan makruh hukumnya memakan daging jallaalah) artinya hukumnya memakan daging serta telur jallaalah makruh begitu juga meminum susunya berdasarkan hadits nabi “Rasulullah SAW melarang memakan daging serta susu jallaalah hingga ia diberi makan (biasa) selama 40 malam” (HR. At-Turmudzy, dan Abu Daud menambahkan ‘dan menungganginya’). Jallaalah ialah hewan yang memakan kotoran hewan, namun yang dimaksud dalam hadits ini adalah memakan najis secara mutlak.

(Keterangan bila terdapati bau najisnya) adalah pembatasan atas hukum makruh dalam arti bila memang daging hewan tersebut terdapati bau, rasa atau warna dari najis yang menjadi makanannya maka makruh memakan dagingnya.Keterangan dalam kitab at-tuhfah “Bila nampak perubahan pada rasa, atau warna, atau bau pada daging Jallaalah sepertiyang dituturkan oleh al-Juwainy dan dijadikan pegangan oleh golongan ulama-ulama mutaakhiriin, ulama yang hanya mensyaratkan perubahan terjadi pada baunya karena menimbang pada kebiasaan terjadinya
perubahan.Dan bila tidak tampak perubahan pada bau, rasa, atau warna pada daging Jallaalah maka tidak makruh memakannya meskipun ia tidak memakan makanan selain dari barang najis.

I’aanah at-Thoolibiin II/351

>>>
Imam al-syairazy dalam al-muhazzab kitab al-ath'imah berkata: makruh hukumnya makan daging jullalah, yaitu binatang yang makanan utamanya kotoran, seperti unta sapi, kambing, atau ayam, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas (bahwasanya Rasul melarang menkonsumsi susu binatang jullalah) dan hukumnya tidak haram memakannya karena tidak ada perubahan daging yang mencolok, hal ini tidak mewajibkan pengharaman, jika binatang jullalah memakan makanan yang bersih dan dagingnya menjadi baik, maka hukumnya tidak makruh.

ويكره أكل الجلالة ، وهي التي أكثر أكلها العذرة من ناقة أو بقرة أو شاة أو ديك أو دجاجة ، لما روى ابن عباس رضي الله عنهما { أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ألبان الجلالة } ولا يحرم أكلها لأنه ليس فيه أكثر من تغير لحمها وهذا لا يوجب التحريم ، فإن أطعم الجلالة طعاما طاهرا وطاب لحمها لم يكره

Imam Al-nawawi dalam al-majmu' syarah al-muhazzab kitab al-ath'imah bab al-jullalah menjelaskan sebagai berikut:

(Penjelasan) hadits ibnu abbas itu shahih diriwayatkan oleh abu dawud, tirmidzi, nasa'i, dengan isnad yang shahih. Al-tirmidzi berkata : itu hadits hasan shahih. sahabat-sahabat kami berpendapat: al-jullalah adalah hewan yang memakan sampah dan benda najis, bisa jadi itu unta , sapi, kambing, ayam. Dikatakan,
jika sebagian besar makanannya adalah benda najis, maka itulah jullalah, jika makanannya sebagian besar benda suci, maka bukan disebut jullalah. Qaul shahih menurut jumhur itu tidak ada ukuran banyak sedikit. Ukurannya adalah bau. Jika menurut urf (kebiasaan) didapati bau benda najis (dalam tubuh binatang) maka itulah jullalah, jika sebaliknya, maka tidak. Jika daging binatang jullalah itu berubah, maka hukumnya itu makruh tanpa ada perselisihan.

( الشرح ) حديث ابن عباس صحيح رواه أبو داود والترمذي والنسائي بأسانيد صحيحة ، قال الترمذي : هو حديث حسن صحيح ، قال أصحابنا : الجلالة هي التي تأكل العذرة والنجاسات ، وتكون من الإبل والبقر والغنم والدجاج ، وقيل : إن كان أكثر أكلها النجاسة فهي جلالة ، وإن كان الطاهر أكثر فلا ، والصحيح الذي عليه الجمهور أنه لا اعتبار بالكثرة ، وإنما الاعتبار بالرائحة والنتن فإن وجد في عرفها وغيره ريح النجاسة فجلالة ، وإلا فلا ، وإذا تغير لحم الجلالة فهو مكروه بلا خلاف

Jadi, hukum makan daging binatang jullalah, seperti ikan lele yang diberi makan dari kotoran dan benda najis itu hukumnya makruh, jika bau kotoran atau benda najis itu dominan terdapat di dalam daging binatang jullalah itu.

والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Senin, 10 Juni 2013

042. Siput/Bekicot, Halalkah?

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
 PERTANYAANAnang Ananta
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Mau nanya. Makan siput itu

hukumnya apa sih


JAWABAN
  1. Haji Kosim
bekicot darat termasuk dalam hukum hasyarot(hewan kecil yg hidup didarat) jumhur (mayoritas ulama)mengharamkan.

  2.Paijo Jowo Timur
Bekicot/siput bahasa Arabnya adalah halzuun barriy (keong darat).
Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama membolehkannya, sedangkan jumhur ulama melarangnya. Pokok permasalahannya dalam hal ini adalah hukum memakan hewan yang tidak mempunyai darah yang mengalir, seperti : ular, cacing, kalajengking, semut, lebah, kecoak, kutu, dan seluruh jenis hasyaraat (hewan-hewan tanah) [dan mereka mengecualikan beberapa hewan yang disebutkan dalil tentang kehalalannya, seperti misal : belalang]. Apakah ashl juz’iy jenis makanan ini haram – dimana ia adalah ashl yang keluar dari ashl kulliy diperbolehkannya semua jenis makanan dan daging – karena ia termasuk jenis makanan yang buruk, kecuali jika ada dalil yang membolehkannya seperti belalang. Hal ini didasarkan oleh firman Allah ta’ala :
َﺚِﺋﺎَﺒَﺨْﻟﺍ ُﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ُﻡِّﺮَﺤُﻳَﻭ ِﺕﺎَﺒِّﻴَّﻄﻟﺍ ُﻢُﻬَﻟ ُّﻞِﺤُﻳَﻭ
“Dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [QS. Al- A’raaf : 157]. Ataukah, ashl juz’iy jenis makanan ini tidaklah keluar dari ashl kulliy-nya, yaitu boleh kecuali ada dalil yang melarangnya berdasarkan firman Allah ta’ala : ﺎًﻌﻴِﻤَﺟ ِﺽْﺭﻷﺍ ﻲِﻓ ﺎَﻣ ْﻢُﻜَﻟ َﻖَﻠَﺧ ﻱِﺬَّﻟﺍ َﻮُﻫ “

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” [QS. Al- Baqarah : 29].
ْﺪَﻗَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻢْﺳﺍ َﺮِﻛُﺫ ﺎَّﻤِﻣ ﺍﻮُﻠُﻛْﺄَﺗ ﻻَﺃ ْﻢُﻜَﻟ ﺎَﻣَﻭ ِﻪْﻴَﻟِﺇ ْﻢُﺗْﺭِﺮُﻄْﺿﺍ ﺎَﻣ ﻻِﺇ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ َﻡَّﺮَﺣ ﺎَﻣ ْﻢُﻜَﻟ َﻞَّﺼَﻓ
“Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya” [QS. Al- An’aam : 119]. ?
Ulama yang membolehkannya makan bekicot beralasan tidak ada dalil shahih dan sharih yang menyatakan keharamannya, sehingga ia kembali pada hukum asal kebolehannya. Maalik bin Anas rahimahullah menyerupakannya dengan belalang.
Yang raajih – wallaahu a’lam – bekicot hukumnya haram (dimakan) dengan alasan:
1. Bekicot termasuk jenis hewan yang tidak mempunyai darah mengalir sehingga tidak dapat disembelih. Allah ta’ala berfirman :
ﺎَﻣَﻭ ِﺮﻳِﺰْﻨِﺨْﻟﺍ ُﻢْﺤَﻟَﻭ ُﻡَّﺪﻟﺍَﻭ ُﺔَﺘْﻴَﻤْﻟﺍ ُﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ْﺖَﻣِّﺮُﺣ ُﺓَﺫﻮُﻗْﻮَﻤْﻟﺍَﻭ ُﺔَﻘِﻨَﺨْﻨُﻤْﻟﺍَﻭ ِﻪِﺑ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻴَﻐِﻟ َّﻞِﻫُﺃ ﺎَﻣ ﻻِﺇ ُﻊُﺒَّﺴﻟﺍ َﻞَﻛَﺃ ﺎَﻣَﻭ ُﺔَﺤﻴِﻄَّﻨﻟﺍَﻭ ُﺔَﻳِّﺩَﺮَﺘُﻤْﻟﺍَﻭ ْﻢُﺘْﻴَّﻛَﺫ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” [QS. Al-Maaidah : 3].
Hewan yang tidak dapat disembelih, tidak dapat tidak, ketika memakannya pasti dalam keadaan mati (bangkai). Allah ta’ala berfirman : ﻰَﻠَﻋ ﺎًﻣَّﺮَﺤُﻣ َّﻲَﻟِﺇ َﻲِﺣﻭُﺃ ﺎَﻣ ﻲِﻓ ُﺪِﺟَﺃ ﻻ ْﻞُﻗ ﺎًﻣَﺩ ْﻭَﺃ ًﺔَﺘْﻴَﻣ َﻥﻮُﻜَﻳ ْﻥَﺃ ﻻِﺇ ُﻪُﻤَﻌْﻄَﻳ ٍﻢِﻋﺎَﻃ ﺎًﻘْﺴِﻓ ْﻭَﺃ ٌﺲْﺟِﺭ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ٍﺮﻳِﺰْﻨِﺧ َﻢْﺤَﻟ ْﻭَﺃ
ﺎًﺣﻮُﻔْﺴَﻣ ِﻪِﺑ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻴَﻐِﻟ َّﻞِﻫُﺃ
“Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah” [QS. Al-An’aam : 153].

Ibnu Hazm rahimahullah berkata : َﻦِﻣ ٍﺀْﻲَﺷ ﺎَﻟَﻭ ،ِّﻱِّﺮَﺒْﻟﺍ ِﻥﻭُﺰَﻠَﺤْﻟﺍ ُﻞْﻛَﺃ ُّﻞِﺤَﻳ ﺎَﻟَﻭ ْﺖَﻣِّﺮُﺣ :ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻝْﻮَﻘِﻟ ....... ﺎَﻬِّﻠُﻛ ِﺕﺍَﺮَﺸَﺤْﻟﺍ ْﺪَﻗَﻭ .ْﻢُﺘْﻴَّﻛَﺫ ﺎَﻣ ﻻِﺇ :ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﻪِﻟْﻮَﻗَﻭ .ُﺔَﺘْﻴَﻤْﻟﺍ ُﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ِﺭﻭُﺪْﻘَﻤْﻟﺍ ﻲِﻓ َﺓﺎَﻛَّﺬﻟﺍ َّﻥَﺃ ﻰَﻠَﻋ ُﻥﺎَﻫْﺮُﺒْﻟﺍ َّﺢَﺻ ْﺭَﺪْﻘُﻳ ْﻢَﻟ ﺎَﻤَﻓ ،ِﺭْﺪَّﺼﻟﺍ ِﻭَﺃ ِﻖْﻠَﺤْﻟﺍ ﻲِﻓ ﺎَّﻟِﺇ ُﻥﻮُﻜَﺗ ﺎَﻟ .ٌﻡﺍَﺮَﺣ َﻮُﻬَﻓ :ِﻪِﻠْﻛَﺃ ﻰَﻟِﺇ َﻞﻴِﺒَﺳ ﺎَﻠَﻓ ٍﺓﺎَﻛَﺫ ﻰَﻠَﻋ ِﻪﻴِﻓ
“Tidak dihalalkan makan keong darat (bekicot) dan semua jenis hasyaraat…….berdasarkan firman Allah ta’ala : ‘Diharamkan bagimu (memakan) bangkai’ (QS. Al-Maaidah : 3) dan firman-Nya ta’ala : ‘kecuali yang sempat kamu menyembelihnya’ (QS. Al-Maaidah : 3).

Dan telah shahih dalam nash bahwa penyembelihan itu dilakukan pada tempat yang telah ditentukan, yaitu pada tenggorokan atau dada. Dan sesuatu yang tidak sanggup untuk disembelih, maka tidak boleh dimakan. Haram hukumnya” [Al- Muhallaa, 6/76-77].
Dan syari’at telah mengecualikan belalang tentang kehalalannya dari hewan yang tidak dapat disembelih ini, sehingga dapat dimakan meskipun dalam keadaan telah mati (bangkai). Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, ia berkata : ،ِﻥﺎَﺘﻴِﺤْﻟﺍَﻭ ،ُﺩﺍَﺮَﺠْﻟﺍ :ِﻥﺎَﻣَﺩَﻭ ِﻥﺎَﺘَﺘْﻴَﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺖَّﻠِﺣُﺃ ُﻝﺎَﺤِّﻄﻟﺍَﻭ ،ُﺪِﺒَﻜْﻟﺍَﻭ
“Telah dilhalalkan bagi kami dua macam bangkai dan dua macam darah, yaitu : belalang dan ikan, serta hati dan limpa” [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy dalam Ash-Shughraa 4/55 no. 3894-3895 dan dalam Al-Kubraa 1/254].[2]

Oleh karena itu, bekicot masuk dalam keumuman keharaman bangkai. Dengan demikian, mengqiyaskan bekicot dengan belalang – sebagaimana madzhab Al-Imaam Maalik rahimahullah - adalah tidak tepat, karena itu termasuk qiyas terhadap sesuatu yang menyelisihi qiyas. Belalang adalah binatang yang dikecualikan dari keumuman bangkai berdasarkan nash, sedangkan bekicot termasuk dari keumuman tersebut. Lantas, bagaimana hal itu bias diqiyaskan ?.

2.
Berkaitan dengan nomor 1, bekicot kedudukannya sama dengan jenis-jenis serangga[3] dan termasuk hasyaraat yang tidak punya nilai jual menurut syari’at. Sedangkan syarat komoditi yang dapat diperjualbelikan adalah halal dan bermanfaat. Ibnu Rajab Al- Hanbaliy rahimahullah berkata : ﻊﻔﻧ ﻻ ﺎﻤﻓ ﻞﻛﺆﺗ ﻻ ﻲﺘﻟﺍ ﺕﺎﻧﺍﻮﻴﺤﻟﺍ ﺔﻴﻘﺑ ﺎﻣﺃﻭ ﺮﻛﺬﻳ ﺎﻣﻭ ﻪﻌﻴﺑ ﺯﻮﺠﻳ ﻻ ﻩﻮﺤﻧﻭ ﺕﺍﺮﺸﺤﻟﺎﻛ ﻪﻴﻓ ﺎﺤﻴﺒﻣ ﻥﻮﻜﻳ ﻼﻓ ﻞﻴﻠﻗ ﻮﻬﻓ ﺎﻬﻀﻌﺑ ﻲﻓ ﻊﻔﻧ ﻦﻣ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﺢﺒﻳ ﻢﻟ ﺎﻤﻛ ﻊﻴﺒﻠﻟ ﻉﺎﻔﺘﻧﻻﺍ ﻦﻣ ﺎﻬﻴﻓ ﺎﻣ ﻪﻟ ﺮﻛﺫ ﺎﻤﻟ ﺔﺘﻴﻤﻟﺍ ﻊﻴﺑ “Dan adapun binatang-binatang lain yang tidak boleh dimakan dan tidak ada manfaatnya seperti hasyaraat dan yang sejenisnya, tidak boleh diperjual-belikan. Dan yang disebutkan dalam sebagian jenisnya, maka kegunaan itu kecil sehingga tidak menjadi boleh untuk diperjual-belikan, sebagaimana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tidak memperbolehkan penjualan bangkai hanya karena disebutkan adanya manfaat padanya”
[Jaami’ul-‘Ulum wal-Hikam, hal. 879 – tahqiiq : Al-Fahl].

2. Terdapat ijmaa’ haramnya hewan yang buruk, ular, dan kalajengking sebagaimana dikatakan salafus shoolih rahimahullah :
ٌﻡﺍﺮﺣ ِﺏﺭﺎﻘﻌﻟﺍﻭ ِﺕﺎَّﻴﺤﻟﺍ ُﻞﻛﺃﻭ ،ِﺚﺋﺎﺒﺨﻟﺍ ُﻞﻛﺃ َﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ ِﻉﺎﻤﺟﺈﺑ
“Memakan sesuatu yang buruk (khabaaits), ular, dan kalajengking adalah haram menurut ijma’ kalum muslimin”
[Majmuu’ Al-Fataawaa, 11/609].

Sebelumnya, Ibnu Hubairah rahimahullah berkata :
ﺔﻣﺮﺤﻣ ﺽﺭﻷﺍ ﺕﺍﺮﺸﺣ ﻥﺃ ﻰﻠﻋ ﺍﻮﻘﻔﺗﺍ “
Para ulama bersepakat bahwa hewan hasyaraat tanah diharamkan”
[Ar- Raudlul-Murbii’, 7/424].

Ular dan kalajengking termasuk jenis hasyaraat, sama seperti bekicot. Hasyaraat diharamkan kecuali yang disebutkan dalil akan kehalalannya.

  3. Achmad Al-fandaniy
Kitab Hayatu al-Hayawan al-Kubra juz 1 halaman 237:

(الْحَلَرُوْنَ)... (وَحُكْمُهُ) التَّحْرِيْمُ لاِسْتِخْبَاثِهِ. وَقَدْ الَّرافِعِى فِى السَّرَطَانِ اِنَّهُ يَحْرُمُ لِمَا فِيْهِ مِنَ الضَّرَرِ وَلاَنَّهُ دَاخِلٌ فِى عُمُوْمِ تَحْرِيْمِ
الصَّدَفِ.

(bekicot) … (dan hukumnya) di haramkan karena menjijikkan. Ar Rafii sungguh telah berkata dalam masalah kepiting: Sesungguhnya bekicot itu haram karena di dalammnya terdapat kemudaratan, dan karena bekicot itu masuk dalam ke umuman dari keharaman rumah kerang.
Jumhur (mayoritas ulama) mengharamkan hasyarot. Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ (9: 16) berkata,
في مذاهب العلماء في حشرات الارض كالحيات والعقارب والجعلان وبنات وردان والفار ونحوها مذهبنا انها حرام وبه قال أبو حنيفة وأحمد وداود وقال مالك حلال

“Dalam madzhab ulama dan madzhab kami (Syafi’iyah), hukum hasyarot (seperti ular, kalajengking, kumbang, kecoak, dan tikus) itu haram. Demikian pula pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, dan Daud (Azh Zhohiri). Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa hasyarot itu halal.”

Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan,

ولا يحل أكل الحلزون البري , ولا شيء من الحشرات كلها : كالوزغ ، والخنافس , والنمل , والنحل , والذباب , والدبر , والدود كله - طيارة وغير طيارة - والقمل , والبراغيث , والبق , والبعوض وكل ما كان من أنواعها ؛ لقول الله تعالى : (حرمت عليكم الميتة) ؛ وقوله تعالى (إلا ما ذكيتم) ، وقد صح البرهان على أن الذكاة في المقدور عليه لا تكون إلا في الحلق ، أو الصدر , فما لم يقدر فيه على ذكاة : فلا سبيل إلى أكله : فهو حرام ؛

“Tidak halal memakan bekicot darat dan setiap hasyarot lainnya (seperti cecak, kumbang, semut, lebah, lalat, seluruh cacing, kutu, dan nyamuk) karena Allah Ta’ala berfriman (yang artinya), “Kecuali yang kalian bisa menyembelihnya”. Dalil menunjukkan bahwa penyembelihan hanya boleh dilakukan pada tenggorokan atau di dada. Sedangkan yang tidak mampu disembelih, maka jelas tidak boleh dimakan dan makanan seperti ini dihukumi haram.” (Al Muhalla, 7: 405)


والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template