السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
PERTANYAANAnang Ananta
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Mau nanya. Makan siput itu
hukumnya apa sih
JAWABAN
1. Haji Kosim
bekicot darat termasuk dalam hukum hasyarot(hewan kecil yg hidup didarat) jumhur (mayoritas ulama)mengharamkan.
2.Paijo Jowo Timur
Bekicot/siput bahasa Arabnya adalah halzuun barriy (keong darat).
Para
ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama
membolehkannya, sedangkan jumhur ulama melarangnya. Pokok
permasalahannya dalam hal ini adalah hukum memakan hewan yang tidak
mempunyai darah yang mengalir, seperti : ular, cacing, kalajengking,
semut, lebah, kecoak, kutu, dan seluruh jenis hasyaraat (hewan-hewan
tanah) [dan mereka mengecualikan beberapa hewan yang disebutkan dalil
tentang kehalalannya, seperti misal : belalang]. Apakah ashl juz’iy
jenis makanan ini haram – dimana ia adalah ashl yang keluar dari ashl
kulliy diperbolehkannya semua jenis makanan dan daging – karena ia
termasuk jenis makanan yang buruk, kecuali jika ada dalil yang
membolehkannya seperti belalang. Hal ini didasarkan oleh firman Allah
ta’ala :
َﺚِﺋﺎَﺒَﺨْﻟﺍ ُﻢِﻬْﻴَﻠَﻋ ُﻡِّﺮَﺤُﻳَﻭ ِﺕﺎَﺒِّﻴَّﻄﻟﺍ ُﻢُﻬَﻟ ُّﻞِﺤُﻳَﻭ
“Dan
Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi
mereka segala yang buruk” [QS. Al- A’raaf : 157]. Ataukah, ashl juz’iy
jenis makanan ini tidaklah keluar dari ashl kulliy-nya, yaitu boleh
kecuali ada dalil yang melarangnya berdasarkan firman Allah ta’ala :
ﺎًﻌﻴِﻤَﺟ ِﺽْﺭﻷﺍ ﻲِﻓ ﺎَﻣ ْﻢُﻜَﻟ َﻖَﻠَﺧ ﻱِﺬَّﻟﺍ َﻮُﻫ “
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” [QS. Al- Baqarah : 29].
ْﺪَﻗَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻢْﺳﺍ َﺮِﻛُﺫ ﺎَّﻤِﻣ ﺍﻮُﻠُﻛْﺄَﺗ ﻻَﺃ ْﻢُﻜَﻟ ﺎَﻣَﻭ
ِﻪْﻴَﻟِﺇ ْﻢُﺗْﺭِﺮُﻄْﺿﺍ ﺎَﻣ ﻻِﺇ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ َﻡَّﺮَﺣ ﺎَﻣ ْﻢُﻜَﻟ َﻞَّﺼَﻓ
“Mengapa
kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama
Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah
menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang
terpaksa kamu memakannya” [QS. Al- An’aam : 119]. ?
Ulama
yang membolehkannya makan bekicot beralasan tidak ada dalil shahih dan
sharih yang menyatakan keharamannya, sehingga ia kembali pada hukum asal
kebolehannya. Maalik bin Anas rahimahullah menyerupakannya dengan
belalang.
Yang raajih – wallaahu a’lam – bekicot hukumnya haram (dimakan) dengan alasan: 1. Bekicot termasuk jenis hewan yang tidak mempunyai darah mengalir sehingga tidak dapat disembelih. Allah ta’ala berfirman :
ﺎَﻣَﻭ ِﺮﻳِﺰْﻨِﺨْﻟﺍ ُﻢْﺤَﻟَﻭ ُﻡَّﺪﻟﺍَﻭ ُﺔَﺘْﻴَﻤْﻟﺍ ُﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ْﺖَﻣِّﺮُﺣ
ُﺓَﺫﻮُﻗْﻮَﻤْﻟﺍَﻭ ُﺔَﻘِﻨَﺨْﻨُﻤْﻟﺍَﻭ ِﻪِﺑ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻴَﻐِﻟ َّﻞِﻫُﺃ ﺎَﻣ ﻻِﺇ
ُﻊُﺒَّﺴﻟﺍ َﻞَﻛَﺃ ﺎَﻣَﻭ ُﺔَﺤﻴِﻄَّﻨﻟﺍَﻭ ُﺔَﻳِّﺩَﺮَﺘُﻤْﻟﺍَﻭ ْﻢُﺘْﻴَّﻛَﺫ
“Diharamkan
bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang
jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang
sempat kamu menyembelihnya” [QS. Al-Maaidah : 3].
Hewan yang tidak dapat
disembelih, tidak dapat tidak, ketika memakannya pasti dalam keadaan
mati (bangkai). Allah ta’ala berfirman : ﻰَﻠَﻋ ﺎًﻣَّﺮَﺤُﻣ َّﻲَﻟِﺇ
َﻲِﺣﻭُﺃ ﺎَﻣ ﻲِﻓ ُﺪِﺟَﺃ ﻻ ْﻞُﻗ ﺎًﻣَﺩ ْﻭَﺃ ًﺔَﺘْﻴَﻣ َﻥﻮُﻜَﻳ ْﻥَﺃ ﻻِﺇ
ُﻪُﻤَﻌْﻄَﻳ ٍﻢِﻋﺎَﻃ ﺎًﻘْﺴِﻓ ْﻭَﺃ ٌﺲْﺟِﺭ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ٍﺮﻳِﺰْﻨِﺧ َﻢْﺤَﻟ ْﻭَﺃ
ﺎًﺣﻮُﻔْﺴَﻣ ِﻪِﺑ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺮْﻴَﻐِﻟ َّﻞِﻫُﺃ
“Katakanlah: "Tiadalah aku
peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan
bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai,
atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu
kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah” [QS.
Al-An’aam : 153].
Ibnu Hazm rahimahullah berkata : َﻦِﻣ ٍﺀْﻲَﺷ ﺎَﻟَﻭ
،ِّﻱِّﺮَﺒْﻟﺍ ِﻥﻭُﺰَﻠَﺤْﻟﺍ ُﻞْﻛَﺃ ُّﻞِﺤَﻳ ﺎَﻟَﻭ ْﺖَﻣِّﺮُﺣ :ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ
ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻝْﻮَﻘِﻟ ....... ﺎَﻬِّﻠُﻛ ِﺕﺍَﺮَﺸَﺤْﻟﺍ ْﺪَﻗَﻭ .ْﻢُﺘْﻴَّﻛَﺫ ﺎَﻣ
ﻻِﺇ :ﻰَﻟﺎَﻌَﺗ ِﻪِﻟْﻮَﻗَﻭ .ُﺔَﺘْﻴَﻤْﻟﺍ ُﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ِﺭﻭُﺪْﻘَﻤْﻟﺍ
ﻲِﻓ َﺓﺎَﻛَّﺬﻟﺍ َّﻥَﺃ ﻰَﻠَﻋ ُﻥﺎَﻫْﺮُﺒْﻟﺍ َّﺢَﺻ ْﺭَﺪْﻘُﻳ ْﻢَﻟ ﺎَﻤَﻓ
،ِﺭْﺪَّﺼﻟﺍ ِﻭَﺃ ِﻖْﻠَﺤْﻟﺍ ﻲِﻓ ﺎَّﻟِﺇ ُﻥﻮُﻜَﺗ ﺎَﻟ .ٌﻡﺍَﺮَﺣ َﻮُﻬَﻓ
:ِﻪِﻠْﻛَﺃ ﻰَﻟِﺇ َﻞﻴِﺒَﺳ ﺎَﻠَﻓ ٍﺓﺎَﻛَﺫ ﻰَﻠَﻋ ِﻪﻴِﻓ
“Tidak dihalalkan
makan keong darat (bekicot) dan semua jenis hasyaraat…….berdasarkan
firman Allah ta’ala : ‘Diharamkan bagimu (memakan) bangkai’ (QS.
Al-Maaidah : 3) dan firman-Nya ta’ala : ‘kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya’ (QS. Al-Maaidah : 3).
Dan telah shahih dalam nash bahwa
penyembelihan itu dilakukan pada tempat yang telah ditentukan, yaitu
pada tenggorokan atau dada. Dan sesuatu yang tidak sanggup untuk
disembelih, maka tidak boleh dimakan. Haram hukumnya” [Al- Muhallaa,
6/76-77].
Dan syari’at telah mengecualikan belalang tentang kehalalannya
dari hewan yang tidak dapat disembelih ini, sehingga dapat dimakan
meskipun dalam keadaan telah mati (bangkai). Dari ‘Abdullah bin ‘Umar
radliyallaahu ‘anhumaa, ia berkata : ،ِﻥﺎَﺘﻴِﺤْﻟﺍَﻭ ،ُﺩﺍَﺮَﺠْﻟﺍ
:ِﻥﺎَﻣَﺩَﻭ ِﻥﺎَﺘَﺘْﻴَﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺖَّﻠِﺣُﺃ ُﻝﺎَﺤِّﻄﻟﺍَﻭ ،ُﺪِﺒَﻜْﻟﺍَﻭ
“Telah
dilhalalkan bagi kami dua macam bangkai dan dua macam darah, yaitu :
belalang dan ikan, serta hati dan limpa” [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqiy
dalam Ash-Shughraa 4/55 no. 3894-3895 dan dalam Al-Kubraa 1/254].[2]
Oleh karena itu, bekicot masuk dalam keumuman keharaman bangkai. Dengan
demikian, mengqiyaskan bekicot dengan belalang – sebagaimana madzhab
Al-Imaam Maalik rahimahullah - adalah tidak tepat, karena itu termasuk
qiyas terhadap sesuatu yang menyelisihi qiyas. Belalang adalah binatang
yang dikecualikan dari keumuman bangkai berdasarkan nash, sedangkan
bekicot termasuk dari keumuman tersebut. Lantas, bagaimana hal itu bias
diqiyaskan ?.
2. Berkaitan dengan nomor 1, bekicot kedudukannya sama
dengan jenis-jenis serangga[3] dan termasuk hasyaraat yang tidak punya
nilai jual menurut syari’at. Sedangkan syarat komoditi yang dapat
diperjualbelikan adalah halal dan bermanfaat. Ibnu Rajab Al- Hanbaliy
rahimahullah berkata : ﻊﻔﻧ ﻻ ﺎﻤﻓ ﻞﻛﺆﺗ ﻻ ﻲﺘﻟﺍ ﺕﺎﻧﺍﻮﻴﺤﻟﺍ ﺔﻴﻘﺑ ﺎﻣﺃﻭ ﺮﻛﺬﻳ
ﺎﻣﻭ ﻪﻌﻴﺑ ﺯﻮﺠﻳ ﻻ ﻩﻮﺤﻧﻭ ﺕﺍﺮﺸﺤﻟﺎﻛ ﻪﻴﻓ ﺎﺤﻴﺒﻣ ﻥﻮﻜﻳ ﻼﻓ ﻞﻴﻠﻗ ﻮﻬﻓ ﺎﻬﻀﻌﺑ ﻲﻓ ﻊﻔﻧ
ﻦﻣ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ ﻲﺒﻨﻟﺍ ﺢﺒﻳ ﻢﻟ ﺎﻤﻛ ﻊﻴﺒﻠﻟ ﻉﺎﻔﺘﻧﻻﺍ ﻦﻣ ﺎﻬﻴﻓ ﺎﻣ ﻪﻟ ﺮﻛﺫ
ﺎﻤﻟ ﺔﺘﻴﻤﻟﺍ ﻊﻴﺑ “Dan adapun binatang-binatang lain yang tidak boleh
dimakan dan tidak ada manfaatnya seperti hasyaraat dan yang sejenisnya, tidak boleh diperjual-belikan. Dan yang disebutkan dalam
sebagian jenisnya, maka kegunaan itu kecil sehingga tidak menjadi boleh
untuk diperjual-belikan, sebagaimana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa
sallam tidak memperbolehkan penjualan bangkai hanya karena disebutkan
adanya manfaat padanya”
[Jaami’ul-‘Ulum wal-Hikam, hal. 879 – tahqiiq : Al-Fahl].
2. Terdapat ijmaa’ haramnya hewan yang buruk, ular, dan kalajengking sebagaimana dikatakan salafus shoolih rahimahullah :
ٌﻡﺍﺮﺣ ِﺏﺭﺎﻘﻌﻟﺍﻭ ِﺕﺎَّﻴﺤﻟﺍ ُﻞﻛﺃﻭ ،ِﺚﺋﺎﺒﺨﻟﺍ ُﻞﻛﺃ َﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ ِﻉﺎﻤﺟﺈﺑ
“Memakan sesuatu yang buruk (khabaaits), ular, dan kalajengking adalah haram menurut ijma’ kalum muslimin”
[Majmuu’ Al-Fataawaa, 11/609].
Sebelumnya, Ibnu Hubairah rahimahullah berkata :
ﺔﻣﺮﺤﻣ ﺽﺭﻷﺍ ﺕﺍﺮﺸﺣ ﻥﺃ ﻰﻠﻋ ﺍﻮﻘﻔﺗﺍ “
Para ulama bersepakat bahwa hewan hasyaraat tanah diharamkan”
[Ar- Raudlul-Murbii’, 7/424].
Ular
dan kalajengking termasuk jenis hasyaraat, sama seperti bekicot.
Hasyaraat diharamkan kecuali yang disebutkan dalil akan kehalalannya.
3. Achmad Al-fandaniy
Kitab Hayatu al-Hayawan al-Kubra juz 1 halaman 237:
(الْحَلَرُوْنَ)...
(وَحُكْمُهُ) التَّحْرِيْمُ لاِسْتِخْبَاثِهِ. وَقَدْ الَّرافِعِى فِى
السَّرَطَانِ اِنَّهُ يَحْرُمُ لِمَا فِيْهِ مِنَ الضَّرَرِ وَلاَنَّهُ
دَاخِلٌ فِى عُمُوْمِ تَحْرِيْمِ
الصَّدَفِ.
(bekicot)
… (dan hukumnya) di haramkan karena menjijikkan. Ar Rafii sungguh telah
berkata dalam masalah kepiting: Sesungguhnya bekicot itu haram karena
di dalammnya terdapat kemudaratan, dan karena bekicot itu masuk dalam ke
umuman dari keharaman rumah kerang.
Jumhur (mayoritas ulama) mengharamkan hasyarot. Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’ (9: 16) berkata,
في
مذاهب العلماء في حشرات الارض كالحيات والعقارب والجعلان وبنات وردان
والفار ونحوها مذهبنا انها حرام وبه قال أبو حنيفة وأحمد وداود وقال مالك
حلال
“Dalam madzhab ulama dan madzhab kami (Syafi’iyah), hukum hasyarot (seperti
ular, kalajengking, kumbang, kecoak, dan tikus) itu haram. Demikian
pula pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, dan Daud (Azh Zhohiri).
Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa hasyarot itu halal.”
Ibnu Hazm rahimahullah mengatakan,
ولا
يحل أكل الحلزون البري , ولا شيء من الحشرات كلها : كالوزغ ، والخنافس ,
والنمل , والنحل , والذباب , والدبر , والدود كله - طيارة وغير طيارة -
والقمل , والبراغيث , والبق , والبعوض وكل ما كان من أنواعها ؛ لقول الله
تعالى : (حرمت عليكم الميتة) ؛ وقوله تعالى (إلا ما ذكيتم) ، وقد صح
البرهان على أن الذكاة في المقدور عليه لا تكون إلا في الحلق ، أو الصدر ,
فما لم يقدر فيه على ذكاة : فلا سبيل إلى أكله : فهو حرام ؛
“Tidak
halal memakan bekicot darat dan setiap hasyarot lainnya (seperti cecak,
kumbang, semut, lebah, lalat, seluruh cacing, kutu, dan nyamuk) karena
Allah Ta’ala berfriman (yang artinya), “Kecuali yang kalian bisa
menyembelihnya”. Dalil menunjukkan bahwa penyembelihan hanya boleh
dilakukan pada tenggorokan atau di dada. Sedangkan yang tidak mampu
disembelih, maka jelas tidak boleh dimakan dan makanan seperti ini
dihukumi haram.” (Al Muhalla, 7: 405)
والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته